Desa Diimbau Miliki Buku Induk Penduduk

oleh -
Gambar Ilustrasi, salah satu dokumen kependudukan.

Liputan: Zahra Syafira

Parigi Moutong– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Parigi Moutong, mengimbau agar setiap desa memiliki buku induk penduduk guna mengecek rekam jejak kependudukan warganya.

Hal tersebut disampaikan Yamin Toha Noho,S.E., Kepala Bidang Adminduk Dukcapil kepada Beritaplano.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2021).

Yamin mengatakan, bagi desa yang sampai saat ini belum menggunakan buku induk penduduk sebagai acuan mengurus administrasi kependudukan, bisa meminta salinan digitalnya di Kantor Dukcapil.

Yamin berharap, aparat desa lebih aktif dalam memperhatikan status kependudukan warganya melalui buku induk penduduk yang telah disediakan oleh Dukcapil.

“Dukcapil memiliki file buku induk penduduk yang dapat diakses oleh setiap desa. Untuk itu kami berharap agar kepala desa mengarahkan sekretaris atau aparat desa yang lain untuk mengambil soft copy-nya di kantor Dukcapil,”ujarnya.

Lanjut Yamin, buku induk penduduk penting dimiliki setiap desa sebab masih banyak warga yang belum lengkap dokumen kependudukanya. Misalnya kata dia, belum merekam e-KTP, belum memiliki akta lahir, belum mengurus Kartu Keluarga, belum menyesuaikan alamat di e-KTP.

“Seperti halnya ada pemekaran desa. Biasanya masyarakat sudah masuk dalam pendataan desa baru tapi faktanya rumah warga itu masih berada di desa lama. Hal-hal seperti ini yang harus kita hindari agar masyarakat tidak bolak-balik,” jelasnya.

Yamin menyampaikan, seharusnya tiap desa yang melakukan pemekaran membuat data menerima dan melepaskan (warga-red), agar status warganya jelas. Data itu bisa menjadi dasar Dukcapil, untuk memindahkan secara kolektif alamat sesuai tempat berdomisili saat ini.

Perihal buku induk penduduk, Yamin menyebutkan bahwa sejauh ini sudah ada beberapa desa yang datang untuk mengambil file ke Dukcapil.

“Karena tiap masyarakat wajib melakukan rekam kependudukan sebab itu menjadi identitas mereka untuk diakui sebagai warga Parimo,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.