Cegah Stunting, Pemda Intens Sosialisasi dan Evaluasi

oleh -0 views
Rapat konvergensi stunting di Bappelitbanda, kamis 19/9/2019. (Foto : Humas Pemda)

PLANO, Parigi Moutong-  Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu sasaran program penanganan stunting di Indonesia, untuk itu pemerintah daerah intens melakukan sosialisasi dimasyarakat dan mengevaluasi apakah terjadi penurunan atau stagnan.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai, SE pada rapat Konveregensi dan Program Penanganan Stunting tahun 2020, bertempat di aula Bapelitbangda Kamis, 19 september 2019.

H. Badrun Nggai menambahkan, bahwa konveregensi penanganan stunting ditingkat desa harus dilakukan dengan cara memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat, melakukan tindakan dan melihat persentasi penurunan angka stunting.

“Yang penting adalah peran instansi dalam penaganan stunting,” ujarnya.

Selain itu kata dia, perlu penyusunan Peraturan Bupati dengan mencantumkan beberapa indikator yang detail dan harus dilaksanakan masing-masing penanggung jawab OPD terkait.

“Sehingga ini ada tindak lanjutnya,” tandasnya.

Dikatakannya, setelah sosialisasi perlu dilakukan evaluasi untuk melihat dampak perubahan dari sosialisasi tersebut dalam jangka waktu beberapa bulan kedepan.

“Maka dari itu saya tekankan kita harus sering memonitor dan mengkaji hasilnya. Kita berada diurutan ke tiga dengan jumlah persentase 34,4 persen semoga kita bisa mencapai 10 persen. Tinggal bagaimana OPD yang terkait bisa bekerja,” harapnya.

Lanjut dia, khusus untuk kehamilan dan kelahiran bayi perlu dilakukan pendeteksian sejak dini dengan menggunakan alat deteksi kehamilan agar dimasa kehamilan tersebut bisa diketahui perkembangan bayia.

“Apakah bayi yang ada dalam kandungan tumbuh dengan baik atau mengalami masalah pertumbuhan (kerdil) jika ada masalah tersebut tentunya kita harus menambah gizi untuk bayi dan si ibu,” ucapnya. (Sumber Humas Pemda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *