Cegah Stunting Lewat Pendidikan Keluarga

oleh -
Kabid Paud dan Dikmas Dikbud Parigi Moutong Nurlina Sani S,Pt M,Si (Foto: Aini)

Liputan : Eli

Beritaplano, Parigi Moutong – Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu daerah sasaran program nasional pencegahan dan penurunan angka stunting. Strategi pemerintah daerah untuk pencegahan dan penurunan angka stunting melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parigi Moutong yaitu melalui jalur pendidikan keluarga.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) Kabupaten Parigi Moutong, Nurlina Sani, kepada Beritaplano.com, Rabu (7/10/2020).

Dikatakannya, upaya pencegahan dan penurunan stunting salah satunya dilakukan melalui jalur pendidikan keluarga yaitu dengan mensosialisasikan secara masif  pendidikan keluarga pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Sosialisasi itu menyasar seluruh desa dan kelurahan di Parigi Moutong dengan jumlah peserta sekitar 600 orang.  Masing-masing desa diwakili dua orang yaitu satu dari lembaga PAUD dan satu Bunda PAUD Desa. Kegiatan ini telah dilakukan pada tahun 2019,” jelasnya.

Harapanya kata Nurlina, peserta yang sudah pernah mendapatkan edukasi pendidikan keluarga pada 1000 HPK tersebut, bisa membagikan informasi kepada semua bunda dan guru PAUD lainnya sehingga dapat kembali disosialisasikan kepada setiap keluarga.

“Salah satu cara cegah stunting dengan memasukan anak di satuan PAUD, karena di sana ada kegiatan parenting dan stimulasi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Saat ini kata Nurlina, di Parigi Moutong sudah sekitar 29.264 anak telah mendapatkan layanan PAUD. Hal ini penting menurutnya, sebab semua layanan yang diberikan di satuan PAUD bertujuan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak meliputi kegiatan layanan pendidikan dengan metode bermain, layanan kesehatan gizi dan perawatan, layanan pengasuhan, layanan perlindungan dan layanan kesejahteraan.

“Dimana semua layanan diberikan secara terintegrasi lintas sektor dan sinergi kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat,” bebernya.

Lanjut dia, pada tahun 2020 ini selain percepatan PAUD Holistik Integratif (HI) di seluruh satuan PAUD, khusus untuk lokus stunting dilakukan pemberian makanan tambahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *