Menu

Mode Gelap

Investigasi · 4 Okt 2022

Cedera Lesti Kejora Bisa Berlanjut Jadi Gegar Otak, Bagaimana Penanganannya?


 Cedera Lesti Kejora Bisa Mengakibatkan Gegar Otak (Foto: Instagram @lestykejora) Perbesar

Cedera Lesti Kejora Bisa Mengakibatkan Gegar Otak (Foto: Instagram @lestykejora)

Ragam, Beritaplano – Lesti Kejora diketahui mengalami cedera kepala usai menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh suaminya Rizky Billar. Cedera Lesti Kejora disampaikan langsung oleh dokter yang menanganinya. dr. Puspa di RSIA Bunda, Menteng. Secara medis, cedera kepala Lesti dapat mengakibatkan gegar otak.

banner DiDisdik

“Korban kekerasan yang dipukul di kepala, jatuh kemudian kepalanya terbentur, diguncang keras, atau dicekik bisa mengalami cedera kepala dan bahkan mengalami TBI (Traumatic Brain Injury) yang memicu gegar otak,” dikutip dari Laporan Departemen Kesehatan New York, Senin (3/10/2022).

Cedera Lesti Kejora menimbulkan risiko gegar otak, terutama jika benturan di kepala sangat kuat. Selain itu, cedera kepala juga bisa disebabkan cekikan atau pukulan keras di area kepala.

Cedera kepala yang mengarah ke gagar otak kemungkinan bisa terjadi. Ada beberapa gejala yang bisa menjadi pertandanya.
Misalnya seperti dikutip dari WebMD, Senin (3/10/2022) diawali dengan kebingungan, depresi, pusing atau masalah keseimbangan, penglihatan kabur, lesu dan lelah, hilang ingatan, mual, sensitif terhadap cahaya atau suara, sulit tidur. , kesulitan berkonsentrasi hingga ada kesulitan mengingat.

Baca: Orang Indonesia Memiliki IQ Peringkat 130 Dunia, Bagaimana Kondisi Pendidikan di Indonesia?

banner Dinas Kesehatan

Tanda-tanda ini dapat terjadi pada orang dengan kondisi yang lebih serius yang memerlukan perawatan (tindakan) darurat:

  1. Perubahan ukuran pupil mata
  2. Cairan bening atau darah mengalir dari hidung, mulut, atau telinga
  3. Kejang
  4. Fitur wajah rusak
  5. Memar di wajah
  6. Fraktur di tengkorak atau wajah
  7. Masalah pendengaran, penciuman, pengecapan dan penglihatan
  8. Ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota tubuh atau anggota badan.
  9. Sifat mudah marah
  10. Pusing
  11. Penurunan kesadaran
  12. Sesak napas
  13. Kecemasan
  14. Sakit kepala parah
  15. Penglihatan kabur atau kesulitan berbicara
  16. Leher kaku
  17. Muntah

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk tidak melanjutkan aktivitas apa pun dan memberi tahu orang-orang terdekat Anda tentang kondisi yang ada.

Disarankan untuk pergi ke pusat kesehatan sesegera mungkin untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca: 11 Mahasiswa Unesa Magang di Thailand, Bagaimana Pengalamannya?

“Mendapatkan perawatan medis sangat penting untuk semua masalah cedera kepala, termasuk risiko gegar otak ringan hingga parah. Jika tidak diobati, cedera dapat menyebabkan kecacatan dan gangguan jangka panjang,” kata laporan tersebut

Jagan pernah menganggap masalah ini sepele. Cedera kepala yang berujung gegar otak ini menjadi penyebab utama kematian terkait dengan olahraga. (*/SA)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

3 Keutamaan Sholat Tarawih: Meningkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Ramadhan

30 Maret 2023 - 15:32

Keutamaan Sholat Tarawih

3 Aktivitas Kreatif untuk Dilakukan Bersama Keluarga saat Lebaran

28 Maret 2023 - 15:48

Aktivitas Kreatif saat Lebaran

5 Destinasi Wisata Seru untuk Dikunjungi Selama Idul Fitri

28 Maret 2023 - 15:25

Destinasi Wisata

10 Makanan Khas Lebaran yang Harus Anda Coba

28 Maret 2023 - 15:08

Makanan Khas Lebaran

7 Tradisi Unik Merayakan Idul Fitri di Indonesia

28 Maret 2023 - 14:59

Merayakan Idul Fitri

5 Tips untuk Meningkatkan Kualitas Video di YouTube

19 Maret 2023 - 09:51

Meningkatkan kualitas video di YouTube
Trending di Ragam