Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 3 Feb 2022

BPBD Identifikasi Kerusakan Akibat Banjir


 Foto : Banjir mengakibatkan enam rumah warga setempat rusak berat. Banjir terjadi di beberapa desa yang berada di Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. (BPBD Provinsi Sulawesi Tengah) Perbesar

Foto : Banjir mengakibatkan enam rumah warga setempat rusak berat. Banjir terjadi di beberapa desa yang berada di Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. (BPBD Provinsi Sulawesi Tengah)

PARIMO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengidentifikasi sejumlah kerusakan akibat banjir di Kecamatan Torue dan Kecamatan Balinggi yang terjadi beberapa waktu lalu.

banner DiDisdik

Pascabencana terdapat sejumlah kerusakan, di antaranya saluran pembuangan air, jalan berlubang serta area persawahan dan pemukiman warga yang tergenang air sungai serta lumpur.

Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Idran, mengatakan, sejauh ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak Balai Pengairan Wilayah III Sulawesi Tengah, menyangkut kewenangan. Sehingga, dalam waktu dekat akan diadakan percepatan pengendalian perbaikan sarana yang rusak.

“Kami juga menormalisasi sungai akibat kerusakan pembangunan air,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (2/2).

Terkait normalisasi, pihaknya belum memastikan seberapa panjang sungai yang akan ditangani, karena ada beberapa titik pembuangan. Olehnya, akan dilakukan kerjasama dengan pihak Balai Pengairan Wilayah III Sulawesi Tengah.

banner Dinas Kesehatan

Dia menjelaskan, banjir yang terjadi dibeberapa titik merupakan banjir tahunan. Mengingat, setiap memasuki musim penghujan, pastinya akan terjadi bencana karena palung sungai semakin mengecil dan endapannya terus menebal. Sehingga, mengakibatkan volume air tidak dapat ditampung oleh pembuangan.

“Kerugian yang dialami masyarakat, berupa luasan sawah mencapai 300 hektare yang tergenang,” jelasnya.

Idran mengimbau, masyarakat harus menyiapkan skenario untuk mengantisipasi ketika memasuki musim penghujan.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar Balai Pengairan Wilayah III Sulawesi Tengah, dapat melakukan normalisasi setiap tahunnya, sehingga banjir tidak lagi merusak sejumlah fasilitas umum dan harta benda milik warga.

“Normalisasi jangan hanya sekali saja. Pembangunan ini yang agak rumit dilakukan, apabila berdampak ke area sawah, sementara untuk sungai tidak ada masalah,” pungkasnya. (SB)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Polri Bongkar 405 kasus TPPO Selama Periode 2020-2023

5 Mei 2023 - 20:44

Lestari Harap Pemerintah Fokus Pembangunan Budi Pekerti SDM Nasional

28 Februari 2023 - 20:04

Mahamuddin Ahmad : Kedatangan Anies Baswedan pada Munas KAHMI XI di Palu, Ajang Pengobat Rindu Bagi Kader HMI

23 November 2022 - 23:05

Kasus Harian Covid-19 di Kalteng, 1 Agustus 2022 : Sembuh 60 Orang, Konfirmasi 22 Orang. Mari Terus Disiplin Prokes

15 November 2022 - 14:47

BPMP Sulteng Melaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2022 - 20:29

Hari Ulang Tahun Stasiun Televisi Pertama di Indonesia

24 Agustus 2022 - 21:55

Trending di Ragam