BPBD Gelar Pelatihan Pra Tugas TP4 Program Rehab Rekon Pasca Bencana

oleh -5 views
Foto : Eli Leu

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan pra tugas Tim Pendamping Percepatan Pembangunan Perumahan (TP4) program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (17/01/2020).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Parigi Moutong H,Samsurizal Tombolotutu yang diwakili Asisten Perekonomian Dan Pembangunan dr Agus Suyono Hadi. Bupati dalam sambutan tertulisnya mengatakan, bencana gempa bumi diikuti dengan tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 september 2018 di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, selain menimbulkan korban jiwa, juga mengakibatkan kerusakan aset dan kerugian pada sektor pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor.

Dikatakannya, berdasarkan instruksi Presiden Indonesia Nomor 10 tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sulawesi Tengah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengusulkan alokasi anggaran kepada Menteri Keuangan untuk pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi, termasuk bantuan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan dilaksanakan oleh masyarakat.

Pelatihan pra tugas tim pendamping kata dia, bertujuan untuk menguatkan dan meningkatkan kemampuan tenaga teknis dilapangan dalam kegiatan pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pasca bencana, baik dalam aspek knowledge capacity (kapasitas pengetahuan dan pemahaman), awareness capacity (kapasitas kesadaran dan tanggungjawab), dan skills capacity 9kapasitas keterampilan).

“Melalui kegiatan ini saya  berharap pendamping memiliki kapasitas kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan yang cukup untuk melaksanakan kegiatan pendampingan penanganan bencana berbasis komunitas serta pendampingan memiliki kemampuan mendampingi warga memetakan kondisi sosial, ekonomi dan budaya. Merumuskan permasalahan dan solusi kebutuhan bersama, menyusun rencana tindak pemulihan terutama dibidang infrastruktur, pembanguna rumah aman bencana, penataan lingkungan dan permukiman, ekonomi produktif, kelembagaan, modal sosial dan budaya, terutama nilai-nilai kearifan lokal,” jelasnya.

Sementara itu mewakili Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Bidang Rehabiliasti dan Rekonstruksi A. Asri ST mengatakan, TP4 adalah perpanjangan tangan BPBD ke masyarakat dan menjadi perantara masyarakat ke pemerintah. Tim pendamping kata dia, harus bekerja sesuai aturan yang berlaku dengan pola-pola pendekatan sosial yang baik ke masyarakat yang terkenda dampak bencana.

“Kalian inilah yang harus mendampingi masyarakat yang mendapatkan bantuan, dampingi agar dalam hal penggunaan dana bantuan sesuai dengan petunjuk dan aturan yang ada. Secara pemenuhan syarat-syarat administrasi masyarakat butuh didampingi, jangan nanti dananya sudah disalurkan, sudah dinikmati penerima bantuan, pejabat di BPBD masih sibuk diperiksa penegak hukum karena ada syarat administrasi yang tidak lengkap ditingkat bawah, sudah terjadi didaerah lain. Bantuan ini harus tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehab Rekon BPBD Parigi Moutong, Tri Nugrah Adiyartha menambahkan, TP4 akan melaksanakan tugas dilapangan dengan berpedoman pada juknis yang berlaku.   

“Ini bantuan hibah APBN yang masuk ke batang tubuh APBD, bantuan tahap II. Juknisnya jelas berbeda dengan tahap I. Tahap II ini untuk rusak ringan dan sedang. Mari kita laksanakan tugas pendampingan dengan baik, agar semua ini terlaksana sesuai harapan kita semua,” kata dia.

Diketahui, BPBD Parigi Moutong menghadirkan juga tim pendamping dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Thoib Subrianto sebagai pemateri kelas yang akan membagikan ilmu, pengetahuan dan pengalamannya selama pelatihan berlangsung.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *