Pintu Air Bendungan Desa Lobu Mandiri Dikepung Kayu

oleh -
Tumpukan kayu di pintu air bendungan irigasi Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Foto:Istimewa)

Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong –  Kepungan tumpukan kayu di pintu air bendungan irigasi Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, belum tertangani secara maksimal, hal tersebut dikhawatirkan akan membuat tumpukan kayu lebih banyak ketika intensitas curah hujan kembali tinggi.

Pantauan media ini di lapangan, Kamis (24/9/2020) tumpukan kayu yang terbawa arus banjir sungai dua hari sebelumnya nyaris menutupi pintu air bendungan. Terlihat pula pembagian air untuk sawah petani di tiga Desa yakni Desa Lobu Mandiri, Desa Baliara dan Desa Mertasari hingga saat ini belum tersalurkan dengan normal.

Deni (34) warga Desa Lobu Mandiri menjelaskan pintu air bendungan di Desa Lobu Mandiri, masih tertutup tumpukan material sampah yang didominasi sampah kayu gelondongan.

“Kejadian ini sudah sejak tanggal 9 September, beberapa upaya sudah masyarakat lakukan untuk menghilangkan tumpukan sampah yang menyumbat “bibir” pintu air. Kurang lebih ada sekitar 40 warga  yang melakukan pembersihan secara manual atau gotong royong, namun ketika intensitas curah hujan kembali tinggi, mengakibatkan tumpukan kayu dari hulu sungai  kembali menutupi jalannya air,”ujar Deni yang berprofesi sebagai petani sawah.

Akibat paling parah  dari masalah ini adalah, selain petani  tidak mendapatkan pasokan air, masyarakat setempat juga ikut merasakan hal tersebut. Apalagi saat ini aliran SPAM milik Pemerintah Daerah tidak jalan seperti biasanya.

“Salah satu tempat masyarakat mendapatkan air berasal dari SPAM, dan saat ini air dari SPAM tersebut tidak  jalan akibat beberapa pipa induk di hantam banjir.  Kami sebagai masyarakat meminta Pemerintah Daerah untuk segera membantu  agar bendungan irigasi dapat berfungsi kembali secara normal,”terang Deni.

Lanjut Deni, saat ini masyarakat mengambil air bersih dari salah satu mata air yang ada di Desa. Kondisi ini membuat masyarakat harus rela mengantri panjang hingga berjam-jam, hanya untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Pihaknya meminta  Pemerintah Daerah lewat dinas terkait,  agar segera menurunkan alat berat di lapangan untuk membantu masyarakat menyingkirkan  tumpukan kayu di pintu air bendungan irigasi Desa Lobu Mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *