Bappelitbangda Seminarkan Hasil Kajian Potensi Asap Cair Serta Pemanfaatan Limbah

oleh -1 views

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong seminarkan hasil kajian strategi pemasyarakatan potensi asap cair batok kelapa sebagai pengganti pestisida kimia dan hormon tumbuh pada tanaman pangan dan holtikultura serta pemanfaatan limbah pertanian dan perternakan sebagai sumber energi lingkungan, di ruang rapat Bappelitbangda, kamis (14/11/2019).

Kepala Bappelitabngda yang diwakili Kepala Bidang Penelitian dan Pengembagan Dipan Wiraksa Tampodinggo dalam sambutanya mengatakan, riset ini melibatkan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M) Universitas Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah.

Tujuannya kata dia, untuk mengkoordinasikan perencanaan penelitian dan pengembangan (research and development) daerah di Kabupaten Parigi Moutong,  hasil litbang yang akurat dalam bentuk konsep model dan strategi yang dapat melahirkan sebuah kebijakan yang tepat, yang dapat direkomendasikan untuk menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat maupun petani dalam penggunaan pupuk ataupun pestisida organik yang pengolahannya dengan memanfaatkan sumber daya pertanian dan limbah ternak yang ada disekitar dan mengubahnya menjadi produk yang bernilai berupa pupuk organik dan peptisida organik.

“ Seminar hasil ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan dapat memberi nilai tambah bagi kelompok tani maupun stekholder lainnya juga berkonstribusi terhadap bio industri pertanian serta dapat mengangkat produk hasil pertanian yang sehat dan bernilai ekonomi tinggi,” tutupnya.

Diketahui, seminar hasil ini dihadiri para peneliti dan akademisi Untad sebagai pemateri seperti ir. Burhanuddin, Dr.ir Sri Anjar Lasmini MP, Dr.Irwan Lakani S,Pt M,Si

Seminar ini juga dihadiri, kepala OPD di jajaran pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong, Badan Pusat Statistik, camat Parigi, para kepala seksi PMD  Kecamatan,  Kepala UPTD pertanian, kepala desa, penyuluh pertanian, kelompok tani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *