Bappelitbangda : 2019, Data Jumlah Penduduk Miskin Parigi Moutong, 81.360 Jiwa

oleh -
Kepada Bidang Ekonomi Bappelitbangda Parigi Moutong, Novi Banda (Foto : Fara/Beritaplano)

Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong – Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong, jumlah penduduk yang berada pada garis kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong semakin menunjukkan tren penurunan pada tahun 2019. Bahkan penurunannya mencapai 2.300 jiwa dalam satu tahun.

Kepada Bidang Ekonomi Bappelitbangda Parigi Moutong, Novi Banda menjelaskan, berdasarkan data, angka jumlah penduduk Kabupaten Parigi Moutong yang berada di garis kemiskinan di tahun 2019 yakni 81.360 jiwa, atau 16,64 persen.

Data tersebut menunjukan posisi penurunan angka garis kemiskinan sekitar 2.300 jiwa atau 0,77 persen, dibandingkan tahun 2018. Sebab, jika melihat data tahun 2018, angka garis kemiskinan Parigi Moutong berada di 17,41 persen atau 83.660 jiwa.

Lanjut Novi, ada 14 indikator yang digunakan Badan Pusat statistik (BPS) dalam menentukan seseorang masuk dalam garis kemiskinan.  Dari 14 indikator yang digunakan BPS tersebut, ada satu indikator yang menjadi indikator kunci atau utama.

“Salah satu dari 14 indikatornya yakni dengan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, atau batas minimal nilai rata-rata pengeluaran kebutuhan makanan dan pengeluaran kebutuhan non makanan, yang dihitung per kapita setiap bulannya,” ujar Novi.

Kabupaten Parigi Moutong tahun 2019 untuk posisi indikator batas minimal nilai rata-rata pengeluaran sebesar Rp.414.380, nilai itu naik jika dibandingkan dengan batas minimal nilai rata-rata pengeluaran tahun sebelumnya.

“Di tahun sebelumnya, 2018, nilai rata-rata pengeluaran hanya Rp.388.440/perkapita/bulan. Namun di tahun 2019 naik menjadi Rp.414.380,” terangnya.

Sehingga kata Novi, 81.360 jiwa masyarakat Parigi Moutong yang tercatat masuk dalam data garis kemiskinan di tahun 2019, salah satu penyebabnya karena  nilai rata-rata pengeluaran per bulan hanya sebesar Rp.414.380.

“Atau mungkin ada juga yang pengeluaran per bulannya malah tidak mencapai Rp.414.380,” tandas Novi.

Dicontohkannya, jika rata-rata satu rumah tangga memiliki 4 anggota keluarga, maka garis kemiskinan rata-rata sebesar Rp 1.657.520 per rumah tangga per bulan.

Artinya, apabila ada satu rumah tangga yang memiliki pendapatan di bawah itu masuk ke dalam kategori miskin.

“Jadi orang akan dikategorikan miskin kalau pendapatannya di bawah Rp1,65 juta,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.