Laporan : Faradiba

Beritaplano, Parigi Moutong – Menyikapi kebutuhan mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) atas kebutuhan alat berat di lapangan guna normalisasi banjir di sungai Desa Boyantongo, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP), terkesan lelet bahkan dinas yang kini dinahkodai Rivay ST tidak siap mengerahkan alat berat di lapangan.
“Kebutuhan keadaan saat ini di lapangan yakni alat berat, hal itu guna menyingkirkan puing-puing, pohon-pohon yang ada di bantaran sungai Desa Boyantongo, serta untuk mengerjakan normalisasi sungai untuk keadaan darurat,” ungkap Sekretaris BPBD Parimo, Nyoman Adi yang dikonfirmasi media ini via telepon genggamnya, Minggu (12/7/2020).
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas PUPRP Parimo, Rivay ST yang dikonfirmasi media ini soal kebutuhan alat berat mengatakan bahwa alat berat berupa excavator milik Dinas PUPRP saat ini yang berada di kota Parigi tepatnya di Desa Jononunu hanya ada satu alat.
“Sementara, dua alat excavator berada di wilayah utara tengah mengerjakan pekerjaan swakelola. Itupun saat ini dua alat tersebut sementara diperbaiki,” ujar Rivay.

Lanjut Rivay, untuk satu alat yang ada di desa Jononunu yang akan digunakan untuk kebutuhan banjir di Desa Boyantongo tengah diperbaiki.
“Rencananya alat yang ada di TPA Jononunu yang akan kami bawa ke Boyantongo, sekarang sedang di perbaiki saringan olinya,” kata Rivay lewat pesan singkat Whatsapp.
Diketahui, alat berat excavator milik Dinas PUPRP Parimo ada sebanyak lima unit, namun dua diantaranya dalam keadaan rusak parah.
Ditambahkan Rivay, Selanjutnya pihaknya menunggu petunjuk dan perintah dari pihak BPBD sebagai leading sektor.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), banjir yang menghantam sungai Desa Boyantongo pada Sabtu malam (11/7/2020), melahap 7 rumah dan 14 rumah lainnya terancam.