Antisipasi Kenaikan Harga, Disperindang Pantau Stabilitas Pasokan Bahan Pokok

oleh -5 views

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong- Semenjak adanya wabah covid-19, sejumlah harga bahan pokok dan rempah-rempah mengalami kenaikan. Tetapi, untuk pasar di Kabupaten Parigi Moutong kenaikan harga tersebut dikategorikan masih dalam kondisi wajar. Guna menjaga stabilitas harga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memantau pasokan bahan pokok dan rempah-rempah di pasar harian.

“Kami dari Disperindag setiap hari melakukan pemantauan, memang benar ada beberapa harga pokok yang naik, tetapi dalam pemantauan kami itu masih dalam konidisi yang wajar karena terkait dengan pasokan yang kurang,” jelas Kadis Perindag Amir Syarifudin.

Ia menjelaskan, ketersediaan  bahan pokok sangat mempengaruhi harga pasar. Sehingga jika ada jenis bahan pokok yang naik dari 10 hingga 20 persen, pihaknya segera melakukan kordinasi dengan distributor.

“Kita liat harga kalau misal harga naik 10 – 12 persen artinya ada penurunan atau  kekurangan pasokan. Ini yang kita antisipasi. Langkah yang kita lakukan yaitu kita kordinasi dengan distributor seperti Bulog terkait dengan bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng  dan gula,” bebernya.

Namun kata dia, untuk jenis rempah lokal seperti bawang merah, cabai dan tomat harganya berfluktuasi tergantung musim.

“Kalau musim penghujan pasokan tomat, cabe itu berkurang sehingga ada kenaikan harga. Kenaikan tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk jenis rempah yang dipasok dari luar seperti bawang putih, harganya sangat tergantung dari lancarnya arus impor. Sehingga untuk jenis ini, Dipserindag akan berkordinasi dengan pihak Provinsi agar mengingatkan distributor untuk terus memasok  kebutuhan pasar Parigi Moutong.

“Kalau seperti kebutuhan bawang putih itu memang pasokan luar, komoditi impor , kalau cabe tomat itu bisa lokal jadi berbeda sebab kenaikan harganya. Kita sudah laporkan ke Disperindag provinsi agar distributor tetap mengirimkan pasokan kesini, “ ungkapnya.

Amir mengatakan, jika terjadi lonjakan harga sampai pada taraf tidak normal, pihaknya berencana membuka pasar murah. Namun hal ini masih terus dikordinasikan dengan pihak distributor khusus untuk bahan pokok penting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *