, , , ,

Alasan “Politik Tanpa Mahar” Hengky Idrus Resmi Masuk NasDem

oleh -217 views

Berita Plano, Parigi Moutong – Politik tanpa mahar alasan pentolan aktifis 98 Sulawesi Tengah (Sulteng) yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar MD KAHMI Parigi Moutong (Parimo), Hengky Idrus resmi bergabung dan menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Pakar DPD partai NasDem Parimo.

Ketua DPD NasDem Parimo, Sayutin Budianto Tongani mengatakan, Hengky Idrus resmi bergabung di partai NasDem dan diangkat sebagai Ketua Dewan Pakar DPD NasDem Parimo.

“Sebagai seorang aktifis yang kritis, tempat yang cocok bagi Hengky Idrus, menjabat Ketua Dewan Pakar DPD Partai NasDem Parimo. Agar bisa menjadi penyeimbang, sekaligus bisa mengingatkan jika ada yang perlu diperbaiki,” terang Sayutin.

Hengky Idrus mengatakan alasan dirinya masuk ke partai besutan Surya Paloh itu karena politik tanpa mahar.

“Politik tanpa mahar merupakan salah satu cara yang tepat untuk memperbaiki negeri ini,” ujar Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Parigi Moutong periode 2006-2009.

Lanjut Hengky, pola pikir kritis dan terarah NasDem juga menjadi salah satu alasan dirinya bergabung dengan partai ini.

“Agar terjadi keseimbangan dalam pembangunan, daerah ini butuh penyeimbang yang kuat. Harus ada yang mengawal proses pembangunan dengan kritis. Saya lihat, NasDem Parimo melakukan itu. Karenanya, tanpa ragu saya memilih bergabung dan bertekad ingin memperkuat gerakan itu,” ungkap Hengky, di Parigi Moutong, Jumat (19/06/2020).

Mantan ketua HMI Cabang Palu periode 1997-1999 itu menyebut, Pola pikir kritis harus dijaga dan terus dibangun jika kita ingin melihat kemajuan pembangunan, di Parimo.

“Saya melihat, NasDem kerap menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan warga yang termarginalkan. Sebagai seorang aktifis, tentu saya akan memilih bergabung dengan partai yang tegas dan konsisten dalam memperjuangkan aspirasi kalangan bawah dan itu sangat jelas tergambar ada di partai NasDem,” tegasnya.

Sebelum bergabung dengan NasDem, Ketua Majelis Mahasiswa UNTAD periode 1997-1998 itu menceritakan, dirinya terus memantau perkembangan politik di Parimo. Ia juga sering berdiskusi dengan Ketua DPD partai NasDem Parimo, Sayutin Budianto. Hasilnya, dia mengambil keputusan secara resmi bergabung di partai pengusung gagasan Gerakan Perubahan itu.

“Saya senang bisa bergabung di NasDem, kita bebas menuangkan isi pikiran secara kritis. Tentu muaranya satu, kita harus memenangkan NasDem agar kita bisa memimpin pembangunan yang berpihak pada kepentingan kesejahteraan masyarakat,” tutup Hengky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *