Air Terjun Olondoung, Potensi Wisata Memukau Tersembunyi di Pegunungan Tinombo

oleh -3 views
Air Terjun Olondoung (Foto : Isra Labudi)

Reporter : Eli

PLANO, Tinombo- Air terjun Olondoung  bak harta tersembunyi dibalik pengunungan Tinombo. Air terjun dengan ketinggian sekitar 150 meter ini  terletak di wilayah Dusun Ogopuyo Desa Lombok Barat Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Belum terjamah, masih alami, air terjun ini layak dikelolah untuk menjadi salah satu destinasi wisata alam kebanggaan Parawisata. Air terjun Olondoung meluncur dari ketinggian sekitar 150 meter, terbagi menjadi dua karena dipisahkan batuan yang menjulang disisi kanan. Air terjun ini disebut-sebut menjadi salah satu yang tertinggi.

Untuk menuju Desa Lombok Barat pengunjung bisa menyewa ojek motor dengan  harga Rp 60 – 70 ribu dari titik star Tinombo sebagai ibu kota kecamatan. Harga sewa ojek tergantung cuaca saat itu, karena jika musim penghujan untuk menuju desa-desa yang terletak di pedalaman sangat sulit.

Air Terjun Olondoung kurang lebih 4 KM dari Kantor Desa Lombok Barat, pengunjung bisa menempuhnya dengan naik kenderaan roda dua (motor ojek) selama lima menit sampai di Ogo Taipa, selebihnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar 2 jam.

Menyusuri jalan kecil hanya khusus pejalan kaki, sepanjang jalan kita disuguhkan pemandangan pegunungan yang asri dan sebagian sudah dibuka menjadi kebun warga. Ada beberapa medan landai dan lebih banyak jalur berbukit-bukit. Memang butuh upaya ekstra untuk sampai ditujuan, belum ada jalan yang lebih mudah dibuka untuk pengunjung karena lokasi air terjun belum dikelolah oleh pemerintah desa maupun dinas terkait.

Di perjalanan, pengunjung akan bertemu dengan beberapa Suku Lauje pedalaman yang bermukin di pegunungan Ogopuyo, ada yang berkebun kakao dan ada juga yang menanam tanaman palawija.

Muspin, Kepala Dusun di Gianang, Lombok Barat mengatakan, ada sekitar 126 KK warga Suku Lauje yang bermukim di Dusun Ogopuyo. Mereka tinggal menyebar, mereka bertani dan berburu.

Muspin mengatakan, lokasi air terjun itu sudah beberapa kali ditinjau pemerintah desa dan memang ada rencana untuk memperbaiki akses jalan menuju tempat itu.

“Memang banyak yang suka kesini karena medannya bagi beberapa orang sulit, ada yang tidak sampai disini, baru setengah jalan balik pulang. Baru sedikit memang yang sampai ditempat ini,” ungkapnya, saat menemani wartawan Berita Plano mengunjungi lokasi belum lama ini.

Diketahui ada enam dusun di Desa Lombok Barat, yaitu Dusun I (Gianang), Dusun II (Ogoyoan), Dusun III (Bineti), Dusun IV (Babong), Dusun  V (Ogopuyo) dan Dusun VI (Bolo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *