78 Guru di Parimo Ikuti Seleksi Akademik Calon Kepsek

oleh -2 views

Reporter : Faradiba

PLANO, Tomini – Sebanyak 78 guru Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Parigi Moutong, berstatus sekolah negeri mengikuti seleksi akademik Calon Kepsek (Cakep), yang digelar Dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud), di Aula Pogaian Desa Tingkulang, Kecamatan Tomini, Kamis (3/10/2019).

Kepala Dikbud Parigi Moutong, Adrudin Nur mengatakan, kegiatan ini digelar guna meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah. Sebagai tahap awal pihaknya mengawalinya dengan melakukan seleksi admistrasi sesuai dengan proyeksi kebutuhan pengangkatan kepala sekolah.

“Tahap selanjutnya proses seleksi dilakukan dengan melakukan seleksi substansi bakal calon kepala sekolah berupa ujian tulis atau seleksi akademik,” ujar Adrudin.

Kata Adrudin, melalui kegiatan ini kedepannya calon Kepsek yang telah selesai mengikuti proses seleksi agar lebih matang menjadi dan menjalani status sebagai Kepsek.

“Keinginan saya pun Kepsek kedepannya bisa lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Parigi Moutong. Sehingga bisa sejajar dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Indonesia,” terangnya.

Ditambahkan Adrudin, kegiatan ini bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Solo, serta pelaksanaannya digelar selama dua hari yang dimulai sejak Kamis (3 Oktober 2019-red) sampai dengan, Jum’at (4 Oktober 2019-red).

Sementara itu, kepala LPPKS Solo yang diwakili Drs. Hadi Sunaryo, M.Pd mengatakan seleksi akademik calon Kepsek merupakan salah satu tahapan rekruitmen calon kepala sekolah dimana langkah awal berupa seleksi administrasi yang dilanjutkan dengan tes akademik dan tes pengukuran potensi kepemimpinan.

“Setelah dinyatakan lulus seleksi, para calon kepala sekolah akan mengikuti diklat calon kepala sekolah selama 300 jam” ujar Hadi Sunaryo.

Lanjut Hadi Sunaryo, bagi calon Kepsek yang telah lolos seleksi substansi nantinya akan dilanjutkan lagi dengan proses pendidikan dan pelatihan (Diklat) dengan mempelajari materi-materi yang berhubungan dengan manajemen dan kompetensi kepala sekolah yang selanjutnya di implemetasikan dalam kegiatan on the job learning di sekolah.

“Setelah semua proses penyiapan calon Kepsek ini dilakukan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Barulah seorang calon kepala sekolah boleh diangkat menjadi kepala sekolah karena mereka telah memiliki nomor registrasi yang akan dimasukkan ke dalam data Dapodik (Data Pokok Pendidikan),” tutup Hadi Sunaryo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *