Menu

Mode Gelap

Ekobis · 25 Okt 2019

200 Perempuan Ikuti Program ‘Daster Nelayan’


 200 Perempuan Ikuti Program ‘Daster Nelayan’ Perbesar

Reporter : Eli

banner DiDisdik

PLANO, Parigi Moutong- Kabupaten Parigi Moutong terkenal dengan Teluk Tomini, memiliki panjang garis pantai 472 kilometer dengan luas perairan lautnya kurang lebih 3.483.36 km2 dan memiliki 13 pulau kecil. Itulah yang menjadikan Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi sumberdaya perikanan yang melimpah. Maka, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melalui Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga memanfaatkan potensi ini dengan pengembangan pembinaan terhadap isteri nelayan dalam peningkatan kualitas keluarga yang responsif gender. Program yang dinamakan ‘Daster Nelayan’ ini, menyasar 200 isteri nelayan yang tersebar di lima kecamatan.

Kepada Beritaplano.com, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga, Dahniar S,Pd M,Si mengatakan, program ‘Daster Nelayan’ adalah nama dari program ‘Pemberdayaan Perempuan Berbasis Komunitas Istri Nelayan Pesisir’. Program ini sebagai respon atas isu – isu strategis yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi DP3AP2KB terutama pada bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga yaitu peningkatan kualitas hidup dan peran perempuan dalam pembangunan dan peningkatan kapasitas kelembagaan PUG dan kelembagaan perlindungan perempuan dari berbagai tindak kekerasan.

“Dalam proyek perubahan yang saya gagas untuk PIM III, program ‘Daster Nelayan’ ini akan bersentuhan langsung dengan dua isu strategis diatas. program ini akan menyentuh langsung 200 isteri nelayan yang tersebar di Kecamatan Siniu,Parigi Utara,Parigi Tengah,Parigi dan Parigi Selatan,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan melihat panjang garis pantainya menjadikan Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi sumberdaya perikanan yang melimpah yang seharusnya mampu dimanfaatkan dengan baik. Bukan hanya oleh nelayan tetapi juga oleh para isteri nelayan.

banner Dinas Kesehatan

“Dengan garis pantai 472 kilometer memungkinkan sepanjang pantai tersebut dihuni oleh para nelayan yang pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai pencari ikan di laut.  Seorang istri nelayan berpotensi mengandalkan sumber daya kelautan, untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Lanjut dia, isteri nelayan diharapkan memiliki keahlian dibidangnya, seperti pengolahan pangan dan pengembangan produk perikanan. Sebab pendapatan sebagai nelayan tergantung pada perubahan iklim cuaca yang tak pernah menentu yang sering menyebabkan seorang nelayan tidak bisa melaut sehingga tidak bisa memberi pendapatan dari hasil tangkapan ikan di laut untuk keluarga.

Jika istri nelayan memiliki sumber daya manusia yang terlatih, maka aka nada keberhasilan ekonomi atau kesuksesan hidup bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga semata, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sosial lainya.

“Berbicara tentang pengarusutamaan gender, ada pembagian peran antara suami dan isteri. Biasanya isteri hanya sebatas membantu menjual hasil tangkapan. Padahal ada potensi lain, yaitu mengolah hasil tangkapan,” tuturnya.

Itulah sebabnya kata dia, DP3AP2KB melibatkan sejumlah pemangku kepentingan seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, PKK dan Pemerintah desa untuk memberdayakan para isteri nelayan yang tujuannya untuk peningkatan ekonomi keluarga.

“Mereka akan dilatih membuat olahan makanan keluarga atau kudapan dari ikan jenis Katombo. Kita akan mengembangkan 15 resep olahan ikan yang akan diajarkan saat bimtek dan selanjutnya ada festival ikan katombo yang akan menampilkan semua hasil olahan kelompok,” tutupnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Jaga Kelancaran Distribusi BBM Selama Libur Idul Adha, PIS Siapkan 300 Kapal

28 Juni 2023 - 19:44

Institut Teknologi PLN Siap Cetak Ahli Transisi Energi

27 Juni 2023 - 20:14

Peran Penting Industri Daur Ulang Terhadap Sampah Plastik Low Value

26 Juni 2023 - 18:45

Literasi Tinggi Akan Hasilkan Inovasi & Produk Kompetitif Di Pasar Global

24 Juni 2023 - 19:34

Uji Coba Lancar, Kereta Cepat Jakarta Bandung Tembus 300 KM/Jam

16 Juni 2023 - 20:52

Nutrifood, Garudafood Dan Indofood Kompak Sediakan Dropbox Sampah Kemasan

9 Juni 2023 - 21:28

Trending di Ekobis