200 Kuota CPNS di Parimo, 139 untuk Formasi Guru

oleh -
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Parigi Moutong Ahmad Saiful

Reporter : Eli

PLANO, Parigi Moutong – Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memberikan kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 200 orang untuk Kabupaten Parigi Moutong. Dari 200 CPNS tersebut, 139 adalah formasi jabatan tenaga guru.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Parigi Moutong, Ahmad Saiful kepada Beritaplano.com saat ditemui di ruang kerjanya, rabu (6/11/2019).

Dia mengatakan, berdasarkan hasil rapat kordinasi yang dilakukan secara nasional, Parigi Moutong mendapatkan jatah kuota penerimaan CPNS sebayak 200 yang terbagi 38 formasi tenaga kesehatan, 23 tenaga tekhnis dan 139 tenaga guru.

“Penerimaan kali ini di dominasi tenaga guru. Kemarin di jakarta waktu terima formasi ada pak sekda, kami minta kemungkinan bisa merubah formasi, untuk ditambah, ternyata tidak bisa karena sudah secara nasional di SK-kan. Kita membutuhkan lebih banyak tenaga tekhnis tetapi sangat sulit untuk meminta perubahan ataupun penambahan, karena Kabupaten lain di Sulteng ada yang malah tidak diberi kuota,” ungkap Saiful.

Saiful menambahkan, berdasarkan hasil analisis jabatan (anjab) dan analisi kebutuhan kerja kebutuhan Parigi Moutong sejumlah 600 orang, sehingga daerah mengusulkan 600 kuota CPNS.

“Kita usul 600 hanya dikasi 200 karena memang keuangan negara belum memungkinkan,” kata dia.

Lanjut Saiful, pendaftaran CPNS secara serentak se Indonesia akan dibuka tanggal 11 november 2019. Pendaftaran dilakukan secara online namun berkas fisiknya tetap dimasukan ke BKPSDM.

“Pembukaan akan dibuka serentak dan situsnya akan terbuka ditanggal yang ditentukan, dan ketika sudah diumumkan saat itu juga sudah bisa di akses langsung ke situs, berkas fisiknya tetap dengan kita tapi pendaftaran online,” jelasnya.

Dari formasi guru kata dia, terbanyak adalah guru kelas 63 orang, matematika 27, guru IPA sebanyak 22 orang, IPS ada 20 orang, bahasa inggris  4 orang, dan bahasa  indonesia 3. Sedangkan untuk formasi tenaga kesehatan, terbanyak untuk dokter ahli pratama 13 orang, 9 untuk perawat terampil, 7 bidang terampil, 3 untuk bidan ahli pratama, dokter gigi ahli pratama, perawat ahli pratama dan perawat gigi terampil masing-masing 2 orang.

“Yang disampaikan kemarin tetap prinsip penerimaan pegawai tahun ini mengacu ke pertumbuhan nol, artinya berapa yang pensiun meninggal jumlah begitu yang diterima sehingga pertumbuhannya nol, batas umur pensiun 60 tahun kalau guru dan 58 tahun untuk pejabat struktural. Untuk eselon II sampai 60 tahun, eselon III dan IV batas umur 58 tahun, dan ini kemungkinan besar eselon 3 dan 4 akan hilang dan itu perintah dari pusat,  kita menunggu bagaimana kebijakan selanjutnya,” urainya.

Sedangkan untuk tenaga teknis kata dia, sejumlah 23 orang terbanyak penyuluh pertanian ahli sebanyak 5 orang, analis kepegawaian dan auditor kepegawaian  dan analis laporan keuangan masing-masing 2 orang.

Kata dia, beberapa formasi lain yang diusulkan oleh daerah namun belum disahuti oleh Kemenpan RB, harapannya bisa terakomodir dalam penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“APBD sudah siap untuk itu, DPRD menyetujui hanya saja menunggu persetujuan pusat karena PPPK itu ditanggung daerah. Kita berharap ini bisa segera terealisasi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *