Kam. Feb 20th, 2020

Berita Plano

Amanat & Terpercaya

Puskesmas Parigi Barat Berinovasi Cegah Stunting

2 min read


Reporter : Eli


PLANO, Parigi Moutong –Program pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas nasional tahun ini. Menyikapi itu, Puskesmas Lompe Ntodea melakukan berbagai inovasi untuk pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Parigi Barat.


Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Lompe Ntodea, Idham Panggagau kepada wartawan belum lama ini. Dia mengatakan, sebelumnya berdasarkan laporan, tidak ada yang terindikasi anak stunting di wilayah Parigi Barat. Namun setelah melihat laporan gizi tumbuh kembang anak pada kartu menuju sehat (KMS), ternyata ada ditemukan anak-anak yang daftar gizinya di bawah garis merah.


“Itu belum kategori ke gizi buruk tapi anak ini mengalami penurunan berat badan. Kemudian saya suruh list sama bidan desa, nama-nama dan alamatnya, lalu turun kesana supaya kita buktikan apakah anak ini stunting atau tidak,”ujarnya.


Idham menambahkan, dari enam desa yang ada di Kecamatan Parigi Barat hanya dua desa yang tidak terdapat indikasi stunting yaitu, Desa Lobu Mandiri dan Kayuboko. Kata dia, empat desa yang terindikasi terdapat anak stunting yakni Desa Jonokalora, Parigimpu, Baliara, dan Desa Air Panas. Empat desa terindikasi stunting ini ditemukan setelah petugas kesehatan dari kecamatan, turun langsung ke rumah-rumah warga.


Dijelaskannya, beberapa hari lalu di Desa air Panas ada ditemukan seorang anak usia 4 bulan terindikasi stunting, sehingga pihaknya terus melakukan interfensi hingga berat badanya dalam waktu 1 bulan naik dan tinggi badan juga bertambah kurang lebih 1 cm.


“Jadi, anak itu kami sampaikan ke orang tuanya untuk tidak deberi makanan dan disarankan untuk minum air susu ibu (ASI), karena usia 4 bulan sampai 2 tahun idealnya minum ASI saja itu untuk pencegahan stunting dan saya yakin mungkin masih ada lagi yang lain.”ujarnya.


Lanjut dia, dalam pencegahan stunting di Kecamatan Parigi Barat pihaknya telah berupaya melakukan inovasi-inovasi seperti, Bro Kamu Penting, yang sudah launching tahun sebelumnya.

“Bro itu adalah sapaan dan Kamu Penting itu kepanjangannya, Kaula Muda Peduli Stunting,”jelasnya.


Bro Kamu Penting ini kata dia didalamnya tergabung anak-anak usia muda yang berumur 15 hingga 24 tahun. Kemudian kata dia, pihaknya kembali akan melaunching satu inovasi lagi yaitu, Masyarakat Mandiri Peduli Sehat yang disingkat ‘Mari Lihat’.


Sehingga, dengan adanya inovasi ini masyarakat diharapkan dapat melihat ketimpangan yang ada di lingkungannya. Karena pencegahan dan penanganan stunting bukan hanya untuk balita, tapi juga untuk ibu hamil. Pencegahan stunting juga harus didukung dengan lingkungan yang bersih, ketersediaan jamban dan air besih juga ketercukupan gizi.

Idham berharap, semua pihak bisa bekerjasama untuk mensukseskan pencegahan dan penanganan stunting di Kecamatan Parigi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!